 | Welcome | Apr 17, 2006 |
Dear friends, It's time to share my opinion and I would happy while you give me some favorable reason about it site. Although there is no concern of showing all side of me, let me know if in your opinion something is going wrong. So don't hesitate to post a reply here ya.  | bio | Apr 11, '08 8:38 AM for everyone |
dalam wujud bio
aku harus terganggu konsentrasi untuk sekedar "battery charging", merawat energy
dengan cara men-charge energy orang aku dapat energy tambahan dan aku bisa men-charge enery orang2ku
ah, asal aku tetap inget saja, mengais energy begini, aku lakukan sepenuh hati bukan untuk orang lain bukan untuk diri sendiri namun sebagai ungkapan syukur bahwa aku masih diberi kesempatan untuk berenergy
 | duit | Apr 11, '08 7:41 AM for everyone |
ayo aku dan kamu mari bertengkar sengit, debat panas, beradu-adu sebagai laki-laki sejati
asalkan bukan untuk alasan yg satu ini : duit.
karena yg selain duit akan selalu ada esok hari TUHANku, jangan biarkan duit lebih dekat daripada tanganku, duhai jangan sampai ke hatiku. ajarilah aku untuk tetap jadi lelaki  | zen | Apr 11, '08 7:33 AM for everyone |
setelah tau hakikat hidup dan kematian
kini saatnya untuk menyusun rencana berani menatap masa depan
gurumu akan mati. bukumu akan hilang. super gank akan bubar.
begitulah hidup mengajarimu menempa diri sendiri  | blast! | Apr 11, '08 7:30 AM for everyone |
B L A S T
aku pingin jingkrak-jingkrak
dengar musik dengan suara tinggi
bukan untuk orang lain. tapi atas nama diri sendiri.
owyeah  | macan | Apr 11, '08 7:10 AM for everyone |
jam sebelas malem kemaren. sedang berjalan pulang ke arah rumah, ama Ipang, tetangga gue dari beli bubur kacang ijo. biasa...., bekal konsumsi untuk begadang
"Gue heran deh, kenapa hewan2 itu berperilaku sama dgn moyang2nya ya?" kataku. ipang pura2 gak dengar. gue terus aja nyerocos. "misalnya anak macan, kenapa dia mirip macan? jalan mengendap2, memakan dg berburu.. bla bla blaa...?" "Ngapain lu mikirin anak macan?" kata ipang. "lah? kebayang enggak lo kalo umpamanya suatu hari nanti anak macan mikir? berhenti untuk sabar dan kapok berburu makanan? terus menyadari betapa enak kalo jadi kelinci, kelinci anaknya lebih banyak, lebih gesit, jalan meloncat, makanan ada dimana hanya sedikit usaha loncat-loncat makanan dapat?? tidak perlu capek-capek mikir.... getooh?
"mana ada macan kok ngiri ama kelinci?" ipang ngakak. "Justeru itu!" kataku kalo aku orannya sebenarnya gak sabaran. ngomong gak dipikir dua kali. itu khan bakatkku? kenapa malah aku harus ulet, tlaten, ngomong diitung ditimbang2 ?
"goblok luh! Macan itu ditakuti kesabarannya karena dia ada tapi sulit dideteksi kelakuannya yg tiba hingga semua jadi terlambat. sekarang begini aja. Kalau macan jalan loncat-loncat enggak mengendap-endap, ya makanannya udah kabur duluan. matilah macan kelaparan dan terhina"
HAHAHAHAHAA (kami tertawa bersamaan" "Kalau macan ngiri ama cicak? cicak khan sesabar macan?"
terus, tau-tau dah sampai rumah deh.  | Sahaja | Dec 17, '07 3:50 AM for everyone |
Jadi, bangunan rumah kita megah.... Tapi keropos... Gentingnya bocor-bocor Temboknya pecah-pecah
Kita tambal.. Sambil membuat lobang-lobang baru....
Owalah, embuh rek..! bagaimana menjawab pertanyaan2 yg kita bikin sendiri ini..
...begitulah kata syair mas Emha Ainun Nadjib dalam sebuah kaset. aku sudah tidak pernah lagi mendengarkannya, karena dah jadi bingkisan kado ultah sahabatku.
Aku pikir sekarang ini... Perjuangan bukanlah berjuang keras. itu mudah. Tapi di kala ada kesempatan (atau bahkan hampir) jadi pemberontak... ketika begitu mudah dan lebih menyenangkan untuk jadi penghianat... apakah kita masih terus akan berjuang ? apakah kita masih terus berjuang jika yg diperjuangkan tidak menghiraukan kita....
diantara cinta, yang tersulit adalah setia. meskipun langit akan runtuh
walau aku ingin berlepas diri dari semua kata-kataku. untuk kemudian menata kembali menjadi sesuatu yg lebih berarti. Kalau aku jujur, kalian jangan marah ya. ? Dari dulu gue enggak benci setan. Hayo...? siapa yg berani jujur bicara sebagai teman setan? tidak membenci setan? Kupikir dia itu khan makhluk ciptaan Allah juga khan? Lagi pula, apa untungnya terlibat dilema yg kita tidak tahu menahu? begitulah.. Tuhan itu Maha Pengasih, kenapa Beliau seolah menutup pintu untuk si Setan? Kalau memang SETAN itu bejat, kenapa kita malah menjegalnya untuk menjadi benar? Bukankah justru seharusnya kita mendukungnya untuk memperbaiki diri. Anak2 nakal itu butuh teman yg baik, supaya ia tahu bahwa jadi baik itu enggak sulit. Demikianlah. dari kecil gue bersahabat dengan yg nakal2. Tampang preman-lah, pembikin onar lah! Terutama yg enggak takut ama kepala sekolah, wow! Seolah pahlawan yg sedang menerjang prahara penjajahan di atas bumi ini. Ketika ia bener, ya aku membelanya. Tidak peduli ia punya daftar kesalahan yg panjang. Kalau ia salah, ya aku mencoba untuk menemani aja. Mungkin ia butuh temen biar enggak bete. Lagipula, temen yg bete itu biasanya enggak pelit. Sisi lainnya, barangkali hanya pelampiasan, di rumah gue dilarang membantah. kalau ortu lagi ngomong, gue enggak boleh bergerak, jangankan membela diri, memandang ortu aja enggak berani. Suatu hari, tersebutlah Atim, nama sahabat karib. dia itu pembangkang yg utama di sekolah kami. Aku lihat sendiri Atim menghujamkan telunjuknya ke arah kepsek. keren kayaknya kalau bisa jujur dalam mengemukakan pendapat. enggak peduli pimpinan puncak sekalipun... Lain waktu si Hudan, teman sekelas waktu SMA. dia bermain lebih cantik, maxudku ia berpolitik, tidak secara terang2an memusuhi. tapi bahkan dampaknya lebih luas dari tampaknya. Bagiku, aku, atim, dan hudan, kami hanyalah manusia sampah2, yg sial yg kurang layak mendapat kasih sayang. Yang, menjadi penurut amarah, karena merasa cara2 yg santun malah disalah artikan. Penurut malah diperbudak. Kami ini yang tidak sempat melihat bahwa kebajikan masih bisa ditempuh dengan sabar tawakal. seringkali: MUAK! Cara2 setan seringkali menyenangkan, rasanya impas bila sudah melampiaskan rasa kesal. Biar mereka yg menyedihkan bisa merasa benar bahwa kami juga sedih oleh mereka. Akupun mulai hafal cara kerja setan. Mudah dan lumayan menyenangkan. intinya: Tetap menipu walaupun dgn cara yg benar = politik. Tapi justru itulah yg kemudian bikin ngeri: Setan itu Nakal! Kadang kita temannya yg satu komplotan aja masih diusilin ma dia. Kalau setan aku komplain, setan bisa aja berkelit, mungkir : "Kenapa kamu masih suka mengaturku? Mengusik privacy ku? Katanya kamu juga enggak suka diatur-atur...?" Kini aku sudah besar, mulai mengerti dan kemudian bingung, bahwa kenapa amarah demi amarah takkan menyelesaikan masalah. Kini aku mengerti, pengecut itu tidak bakal punya teman sejati. Kini aku mengerti, tak ada "ganks" abadi. tak musuh abadi. Semua fihak harus mendapat untung, minimal tidak merugikan. dalam persahabatan pun ada aturan mainnya. Maka, musuh bagiku hanyalah yg menghalangi aku untuk nyaman, menikmati hidup. Musuhku hanyalah yg melarang aku untuk menjadi aku Musuhlah orang yg memusuhi aku selama-lamanya. Aku telah merasakan nikmatnya dimaki kepala sekolah di hadapan seluruh siswa waktu upacara bendera. Keren juga jadi NUMBER ONE. !! Lagian siapa juga yg mengajari untuk berlomba sekuat tenaga? Siapa pula yg seolah tidak mau menerima diriku apa adanya? Aku di cap PKI, padahal siapa yg lupa bahwa Tuhan sedang memantau? Aku tiada henti tertawa cekikikan, tapi hanya dalam bathin. Begitulah, lebih banyak hal yg gak bisa kuceritakan bahwa ku telah lama berserikat dengan setan untuk melawan doktrin omong kosong, penjajahan dan perbudakan manusia.. Ohya, tapi aku tidak mau selalu kurang ajar. Setan pernah bilang (khan ia temen).. : "Aku takut pada Allah, Tuhan seluruh alam.." Kesombongan, kebanggaan, hanyalah menambah kehinaan. Nah, tak peduli setan, walau aku menurutnya adalah temannya, kalau setan itu yg menghalangi langkahku untuk memperbaiki diri, ia yg memilihku jadi musuh. Bukan aku yg menginginkan ia untuk jadi musuhku Mungkin setan menganggap aku ini sama dengannya. Ya, gara2 kami sering cocok: Sama-sama enggak mau diatur (baca: diatur untuk dibohongin). Aku sudah tahu banyak tipu muslihat biadab, yg dilakukan oleh setan sendiri juga yg dilakukan oleh saingan setan yg mengaku sebagai "musuh setan." Kalau sedang memuncak muak,
Kalau setan mengajakku untuk merdeka dari masalah... Ia boong banget. aku tau itu! (pan, gue temennya?) Justeru setan itulah masalahnya! setan itulah yg selalu bikin masalah. Setan itu terus-terusan boong, itulah yg bikin aku mulai sebel ma dia!!!!!! Kupikir dia pahlawan sejati yg akan selalu bersama dalam berandalan hingga penjara. Sumpah deh, setan itu juga takut ama neraka. dan aku juga. Diam-diam, aku hianati setan. Toh, dia-dia juga yg ngajarin tekhnik berhianat. PHK. Sebab ia bukan lagi mo tulus berteman denganku Setan enggak serius memperjuangkan mimpi melawan penjajahan. Dialah yg lebih dulu menghianati aku. Dia menjajahku. Lagipula, udah gak ada untungnya persahabatan dengan duri dalam daging. Kepalasekolah (bahkan dosen) aja pernah kuterjang, kok. Aku enggak butuh setan untuk berbuat onar. aku bisa onar dengan sendirinya. apa lagi setan jelek yg cuma "ngaku temen" huaha ha ha..!! Lagipula, setan itu baru ngajarin aku sesuatu yg sedikit. dia bego. Masih pinteran palasekolah yg biar gimanapun berkenan wisudain aku. Beliau kadang2 masih senang ketika lihat aku bahagia. Tapi setan? Tukang ngibul! bokis mulu! gak bisa diuntung. Dibela-belain gimanapun ternyata setan enggak bisa bedain mana musuhnya dan siapa yg tulus ikhlas mau berteman dengannya. Gue pusing juga akhirnya: berteman dgn setan. Kini aku dan setan masih sama-sama berjuang untuk merdeka, tak mau dijajah... Tapi kini perjuangan kami lakukan sendiri-sendiri. Aku musti berhati2, sebab antara kami sudah tahu kartu masing-masing. BAHKAN SETAN PUN TAK MAU DIJAJAH.
karena hidup adalah pilihan masing-masing kirain selama ini aku dah dewasa. ternyata? SALAH BESAR! baru sadar setelah ketika tau apa yg bener2 dialami oleh "kalangan atas" (baca: "dewasa") Dewasa itu mistery. sama seperti kalau kamu menceritakan JayaAncol padaku. Aku sering mondar-mandir sekitar ancol, mungkin sudah sekian puluh kali kudengar namanya. tapi karena enggak pernah masuk taman-wisata JayaAncol, ya cuman bisa MEMBAYANGKAN saja. Aku banyak baca. dan karena itu aku kira aku telah MENGERTI. padahal? enggak bangeth! membayangkan dan merasakan itu beda. se-berbedanya bayangin RollerCoaster dan berada di RollerCoaster. ----------------------------------- Aku baru saja (enggak sengaja) menyakiti orang. Tentu, enggak ada maxud apapun untuk menyakiti. Enggak usah pakai muslihat apapun, dengan gamblangnya aku ternyata bisa terjebak dalam kerumitan, maxudku persahabatan yg rumit. Mungkin salahku yg membiarkan dia "manas2i"... aku pikir : ia (doi) enjoy... (kalian, aku pikir juga merasa hal serupa bila dalam posisiku ini) Ya pasti lah guenya jadi ilangfeeling. males. Enggak taunya dia masih cintah ma gua. Entah siapa (aku / dia) yg gila? Dengan segenap kerendahan hati, aku akui kerendahan diri bahwa tak lepas dari salah dan kekurangan. Kita berusaha perbaiki keadaan, namun kiranya, bukan dengan saling meninggalkan begini. Mungkin salahku yang kurang pergaulan sehingga tak mengerti maxud perilakumu. Dia belum dewasa. Aku belum dewasa. Sebenernya itulah yg bikin aku suka. bikin aku mikirin dia. bikin kangenin dia. bikin pingin ketemu lagi, mungkin selesaiin masalah atau ingin salah satu dari kami berubah. bikin cekcok gak habis-habis bikin ruwet masalah. Eh ternyata, memang dewasa itu pusing. kalau belum pusing, gak dewasa-dewasa. ternyata? aku SALAH BESAR sedang bergumammmmmmmmmmmm tentang malammmmmmmmmmmmmm yang kelammmmmmmmmmmmmmm
sedang melamunnnnnnnnnnnnnnnnnnn dan binguuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuung apa yang sedang kupikirinnnnnnnnnnnn dan kutulissssssssssssssssssssssss disiniiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
TUHANku, tambahkanlah untukku ilham dan ilmu untuk mampu membedakan yg ilusi dan hakiki
"Kesempatan khan enggak datang dua kali, ya?" dia berkata. kataku, "Empang!" (memang) maxudku datangnya tiga, empat, lima dan kesempatan tidak datang sekali walau mungkin wujudnya tak pernah sama. aku lebih mencintainya, masa depannya, bahgianya lebih daripada keinginanku sendiri untuk memilikinya.
kami yang mulai letih untuk tegar kami yang beranjak resah di tepi sabar ingin bersandar, melepas penat walau tak bisa menabung pendar-pendar asa di masa Kala rembulan dirundung karmakerinduan pun bagai sukma di lara tolong berilah aku makna bila cinta harus memiliki Doa doi diujung remaja melukis warna jingga pagi hati bagaikan langit merenda senja dengan nuansa deras hujan suasana sementara jala-jala ditebar ikan-ikan belum banyak terkumpul aku ingin belajar di samudera ini berlayar aku ingin pandai melabuhkan perahu belahan jiwa anda kau terima kan ku apa adanya berilah aku jalan untuk sampai pada cintamu walau jalanan masih jauh suram dan berliku, kita tempuh bersama. meski masih terlalu pagi tuk awali segalanya, kita jalani berdua. *) judul diambil dari sebuah kalimat dari majalah AN-NIDA  | lidah | Sep 22, '07 3:24 PM for everyone |
lidah... kusuruh kau diam malah bicara kuminta kau simpan malah ucapkan kumohon kau tahan malah ungkapkan kupaksa untuk kau telan malah muntahkan
lidah... andai kau diam maka aku bisa berpikir andai kau simpan kapan2 aku kan mengerti andai kau tahan dulu, amarah bida kubendung andai kau telan, seribu angkara kan sirna
lidah... ada saat kau bicara walau pahit kan kita rasa ada ucapan lebih indah walau tanpa kata ada masa dimana kelak ungkapan tak butuh bahasa ada waktunya kelak bila harus luahkan segenap rasa
lidah... engkaulah yg mengecap semua rasa engkaulah yg paling bermanja menikmati semua karunia engkaulah yg menjadi gerbang hati dan di luar diri engkaulah yg menjadikan jiwa terancam atau merdeka
karena aku adalah engkau karena engkau adalah aku
maka kini ayo dengan duduk rileks dengan mata terpejam dengan akal budi sportif .. dengan segenap kerendahan hati
mencoba mematut diri menggunakan otak, bukan dengkul memaafkan, bukan menghukum dan banyak hal yang tak kau ketahui hakikatnya
dan hidup hanya sekali
|  | nih atu2nya foto gue. gak kolexi, sebab gak ada foto gue yg mewakili. Nah, kecuali ini, lucu! culun lebih tepatnya!. sialnya pas waktu upload error mulu. Eh gue enggak pakae makeup/ digital-touchup loh. sorri banget..!
Tapi, ini gue lagi best mood, minggu 05.45 pagi sebelum berangkat ke senayan pakai camera nokia 5300 delayed (tanpa tukang potret). jadi kamera tuh gue taruh diatas bangku di atas meja. Itupun pinjem si korul (amrullah), henpun gue nokia 5200 kurang tajem hasilnya. dan sebenernya ini juga iseng2 gak niat, gak ada rencana, eh hasilnya bagus.. (menurutku) yaudah. gue simpen aja Lokasi adalah di kios fotocopy J&J Series Slipi, Jakarta Barat tempat nongkrong gue selama ini 2007 temen2 tuh gak ada yg mau join, karena habis begadang lembur...
|
 | cinta | Sep 16, '07 3:36 PM for everyone |
bila seperti ini... (duhai)
kau tau khan? ramadhan tahun ini kita jelang lagi. aku bagai perawan yg pasrah manja dalam tangisnya aku bagai perompak yg bersiap garang badai dihajarnya aku bagai prosesor tipe terbaru dalam versi tercanggihnya aku bagai bumi yang satu diantara milyaran planet semesta aku bagai... kau tahu!. yang kini stabil, optimum, hyperthreading dalam kecepatan puncak !!! ada diantara jejak rumit dosa-dasa dan hamparan luas semesta ampunanNya
aku lengkap, komplit, energi penuh menyerap segenap keluh kesah dan peluh asa aku final, tak mau balik kembali ke sebelumku.
tak merasakan apapun tak kekurangan apapun tak menginginkan apapun kecuali dendangkan syukur senantiasa
bunda, bahgia yg kau damba untukku ayah, segenap bimbinganmu bagiku semoga Allah saja yg membalasnya ya
tapi aku takut... bila nanti rasa ini hilang bila kelak masa ini terlampaui akankah semua kembali ke semuanya
duhai gerombolan besar: amal yg buruk, engkau teman abadiku duhai sahabat mungil: amal yg sedikit, engkau mencintaiku
tidak, demi cinta: tidak! beri aku tahu untuk berjuang sepenuh hati, karena remaja berarti memahami dosa dan doa tobatlah duhai yg selalu kubela-bela: diri sendiri. dewasa berarti bertanggung jawab walau takut, walau takut, tawakal, walau takut.
air mata, bukan untuk yang harus sirna .. ...
mungkin, lebih baik terlena begini biarlah aku merasakannya hingga ramadhan tahun depan (insya 4JJ1)
dan, bidadari cantik berharap cemas cinta di langit
dan, kau? namamu siapa menjelmalah, please... lalu pastikan saja... >> langkah kita online di jalanNya
doa-doi.
Kala datang masa, untuk memilih
apakah meneruskan satu langkah lagi, menjadi setan ataukah menunggu sesuatu menjelma jadi nyata....
aku tidak memilih keduanya.
frustasi lantas mengambil tindakan atau sabar mengikhlaskan semuanya
aku tidak memilih keduanya
balas dendam, memporak-porandakan atau berdiam memaafkan
aku tidak memilih keduanya.
mungkin indah jika aku jadi sebutir debu atau pasir di lautan, yang sejenak ada lalu hilang ingatan mungkin juga indah jika ......
Ketika cinta melanda Semua terlihat sempurna
Seceroboh apapun yang ia lakukan kita sambut dengan senyuman dan tepuk tangan.
Sefatal apapun kesalahan yang ia perbuat, selalu tersedia antrian ampunan,maaf yang panjang.
Bila cinta tiba, pada waktunya.. kita sempurna dan tidak menginginkan apapun kecuali tetap ada
Namun Tuhan cemburu, dan menagih Cinta Yang Paling Sejati untuk siapa............
tersindir, hingga.
Bila benci merasuki, Semua terlihat sebagai bencana....
Seberhati-hati apapun musuh ku, Sesantun bagaimanapun ia..... aku sudah sangat siap sekali, untuk menhancurkan apa saja sebab yang kulihat hanyalah S.E.T.T.A.N.N.
Yang kutunggu hanyalah diam. jika ia diam, dunia ini masih nyaman.
duhai kasih, pergilah, kuharap kau tak pernah kembali membawa cerita ini. duhai tercinta, lenyaplah, kumohon engkau tak pernah ada.
duhai kau, jangan bertanya kenapa aku menjadi begini, mengertilah, siapa penyebab segala ini ???
hingga..
by SLANK
Sahabat datang dan pergi, terkadang menghianati. Begitupun rasa cinta terkandang mengecewakan. Kita punya harga diri, kadang terpendam di hati Kita punya hati nurani, kadang tertimbun mati. #reff:Kutertawa, walau hati kecewa. Ya ku paxa untuk tetap tertawa. Ku bernyanyi, walau hati menangis. Ya kucoba untuk terus bernyanyi Walau kau ikat tanganku, walau kau bungkam mulutku, walau kau jegal langkahku.... : PERCUMA walau kau tutup mataku, walau kau kurung tubuhku, tapi semua mimpi-mimpiku kan: tetap ada Kita coba betulkan, jalan kita bersama coba kita mencari jalan keluar jangan tunggu orang lain, jangan biarkan bangsa lain, mencoba menekan hidup kita... BIKIN MALU SAJA kembali ke reff
 | test! | Apr 17, '06 3:38 PM for everyone |
ngiler kaleee? =tes.
ok. if you can read it, everythinq seem ONLINE, right?!
whatta stupid idea? ****!
 | Guestbook | |
 |
Lho,perasaan aku sudah add deh.Ternyata belum ya. |
 |
heeh!!kmane aja???tengkyu ya....za seneng banget ma puisi di bunch of why -ku..... |
| |